Untuk memiliki rumah pribadi adalah impian setiap orang. Memiliki rumah bukan saja berguna sebagai tempat tinggal, tetapi bisa jadi sebuah kebanggaan tersendiri. Terlebih lagi jika rumah tersebut dibeli dari hasil jerih payah sendiri. Untuk itu, basarm.net akan membahas tentang KPR Syariah yang kini sedang diminati khusus untuk pembaca situs kami.

kpr syariah

Tentu saja, membeli rumah dari penghasilan sendiri tidaklah mudah. Dengan harga rumah yang terus meningkat, menyicilnya adalah solusi yang dirasa tepat. Hampir semua bank di Indonesia menyediakan layanan kredit kepemilikan rumah yang dibayar dengan cara dicicil oleh pembeli rumah contohnya BNI dan Bukopin.

Namun, sistem bank konvensional tentunya tidak akan begitu saja memberikan talangan dana tanpa mengambil keuntungan. Sistem cicilan biasanya dibarengi dengan adanya bunga dan tentunya penyitaan apabila pembeli rumah menunggak cicilan.

Mendengar kata “bunga” saja seharusnya sudah mengkhawatirkan bagi para pembeli rumah yang beragama Islam. Dengan adanya bunga dan penyitaan, tentunya bertentangan dengan akidah Islam yang mengharamkan riba dalam sistem jual beli. Jadi, bagaimana solusi terbaik untuk membeli rumah tanpa terjebak riba?

Banyak Untungnya Menggunakan KPR Syariah

Bebas Riba, Bebas Rasa Khawatir!

Kini, beberapa bank sudah menerapkan sistem syariah bagi nasabah yang ingin mencicil rumah idaman. Berbeda dengan KPR konvensional yang memberikan pinjaman sejumlah uang untuk membeli rumah, KPR Syariah akan “membeli” rumah yang Anda inginkan lalu mempersilakan Anda mencicilnya dalam jangka waktu tertentu. Tulisan tentang jual beli syariah secara kredit bisa di baca di sumber ini.

Terdengar mirip, ya? Pada KPR konvensional, Anda mencicil sejumlah uang yang Anda pinjam dengan bunga tertentu. Pelunasan sebelum batas waktu biasanya dikenakan penalti, begitu juga jika ada keterlambatan. Diberlakukan juga bunga pinjaman yang tentunya akan terus berkembang seiring waktu, apalagi jika Anda lalai mencicil. Yang lebih mengerikannya lagi, rumah bisa saja disita jika ada penunggakan cicilan.

Tanpa disadari, KPR konvensional mendekatkan kita pada riba, salah satu sistem yang diharamkan dalam agama Islam. Selain memberatkan pembeli, sistem riba juga tidak sehat bagi bank yang seakan meraup keuntungan dari ketidakmampuan seseorang. Maka dari itu, seorang muslim sangat dilarang untuk terlibat dalam jual beli yang menggunakan sistem riba.

Nah, sedangkan pada KPR Syariah, semua aspek jual beli dalam sistem mengikuti aturan dalam agama Islam. Diibaratkan, bank membeli rumah yang Anda inginkan, menambah nilainya, lalu menjualnya kepada Anda dengan pembayaran yang dicicil. Jadi, ada perdagangan rumah antara Anda dan bank. Karena penambahan nilai sudah dilakukan pada awal kesepakatan, maka tidak ada lagi bunga kredit. Pelunasan rumah sebelum waktunya pun tidak akan dikenakan penalti dan penyitaan.

Dengan begitu, bersih dari riba merupakan salah satu kelebihan utama KPR Syariah. Hal tersebut sangat penting bagi umat Islam yang ingin menerapkan ajaran agama dalam setiap aspek kehidupannya dan tentunya menghindari diri dari dosa yang tidak disadari.

Uang Muka yang Lebih Ringan

Berdasarkan pada prinsip jual beli syariah, nilai uang muka ditetapkan pada nilai yang disepakati antara pembeli dan penjual. Walaupun begitu, bank syariah juga menetapkan nilai minimum uang muka yaitu sebesar 10% dari nilai rumah. Jumlah tersebut masih jauh lebih ringan dibandingkan dengan sistem KPR Syariah yang menetapkan nilai minimum uang muka antara 20 – 30% dari nilai rumah.

Dengan uang muka yang lebih ringan, impian membeli rumah dengan cara dicicil sepertinya semakin mungkin untuk dicapai. Sebagai pembeli rumah, Anda bisa juga menabung terlebih dahulu di bank syariah tersebut untuk mengumpulkan uang muka rumah.

Cicilan Tetap Membuat Keuangan Keluarga Lebih Stabil

Tanpa sistem riba dan bunga, tentunya cicilan KPR Syariah memiliki nilai yang tetap selama jangka waktu yang disepakati. Ini menjadi keuntungan tersendiri bagi para nasabah pembeli rumah, yaitu pengaturan keuangan rumah tangga bisa lebih stabil.

Biasanya, bank menawarkan jangka waktu cicilan KPR sekitar 15 sampai 20 tahun. Nah, pada sistem KPR konvensional, perubahan ketetapan nilai bunga tahunan bisa berpengaruh pada meningkatnya nilai cicilan rumah. Jadi, pembeli rumah harus bersiap pada kemungkinan naiknya cicilan rumah setiap waktu.

Bayangkan jika Anda sudah mengalokasikan dana untuk keperluan lain, tetapi tiba-tiba harus membayar kenaikan cicilan rumah? Pastinya akan berpengaruh pada kestabilan keuangan keluarga.

Sementara pada KPR Syariah, jangka waktu cicilan maksimal yang diterapkan adalah 15 tahun. Selama 15 tahun itu, cicilan memiliki nilai yang tetap sesuai dengan yang sudah disepakati pada awal persetujuan jual beli rumah.

Menunggak Cicilan? KPR Syariah Memberlakukan Ta’zir dan Ta’widh

Pada keterlambatan cicilan KPR Syariah, pembeli rumah juga akan dikenakan denda. Namun, denda tersebut bukanlah denda yang nilainya terus membengkak sehingga memberatkan pembeli. Denda tersebut diberlakukan karena adanya hukum ta’zir dan ta’widh pada prinsip syariah.

Ta’zir adalah denda dalam keterlambatan pembayaran. Nilainya sudah disepakati pada awal persetujuan kredit dimulai. Jadi, nilai denda disepakati pada angka yang masih dalam jangkauan kemampuan pembeli rumah. Dengan nilai yang masih disanggupi oleh pembeli, hasil penarikan dari denda tersebut pun tidak boleh digunakan oleh pihak bank. Denda tersebut harus digunakan untuk kepentingan sosial seperti sedekah atau kesejahteraan lingkungan.

Sementara itu, ta’widh adalah penggantian ganti rugi riil yang dialami bank selama penunggakan berlangsung. Hal ini diperbolehkan dalam Islam terutama jika penunggakan mengakibatkan kerugian untuk bank. Selain itu, ta’widh dirasa perlu dilakukan jika nasabah atau pembeli telah menunggak selama beberapa kali, atau bisa disebut dengan nasabah “nakal”.

Kesepakatan adalah Kunci Utama dalam KPR Syariah

Pada sistem KPR konvensional, persyaratan yang dibutuhkan untuk pengajuan bisa dibilang sulit. Tidak jarang, pengajuan KPR bisa berujung penolakan. Sementara itu, KPR Syariah menawarkan persyaratan yang lebih mudah. Sesuai dengan prinsip syariah, proses penyetujuan bisa berjalan dengan lebih cepat.

Kelebihan KPR Syariah bahkan sudah dilirik oleh sistem perbankan di negara-negara maju. Dengan aturan yang sesuai dengan kesepakatan, nasabah dan bank akan berbagi risiko. Selain itu, tidak ada salah satu pihak yang merasa diuntungkan atau dirugikan saja karena semua perjanjian jual beli dan cicilan didasari oleh kesepakatan yang tertulis.

KPR Syariah Bukan Hanya Meringankan, tetapi Meningkatkan Kualitas Hidup Anda

Bebas bunga, tanpa denda yang memberatkan, cicilan tetap, serta uang muka yang ringan sudah pasti menguntungkan Anda secara ekonomi. Namun di luar segala hal yang berbau duniawi tersebut, yang paling penting adalah KPR Syariah menjauhkan Anda dari sistem riba yang haram.

Setidaknya, sebagai seorang muslim, Anda sudah lebih dekat lagi dengan impian Anda untuk membeli rumah, tanpa harus menjalani sesuatu yang dilarang oleh agama Islam. Semoga bermanfaat dan jangan lupa komentar dan di share ya!

Bagikan