Setiap orang pasti ingin memiliki rumah idamannya sendiri. Namun, harga sebuah rumah yang tinggi seringkali membuat kita harus mengelus dada dan menunda keinginan tersebut. Tapi sekarang anda tidak perlu merasa kecewa lagi. Anda bisa mendapatkan rumah impian anda sendiri dengan menggunakan KPR Syariah atau Kredit Pemilikan Rumah Syariah. Seperti apakah KPR Syariah ini? Mengapa orang bilang KPR syariah itu membuat hati menjadi tenang, mari kita simak bersama sama mengenai KPR Syariah ini dan tips bijak cara mendapatkan KPR Syariah.

KPR syariah dan KPR konvensional: Perbedaan antara keduanya

Perbedaan utama dari kedua jenis KPR ini terletak pada mekanisme pembayarannya. Mekanisme KPR konvensional secara garis besar dilakukan secara bertahap seperti berikut ini:

kpr syariah lebih-tenang

  1. Bank membayarkan rumah secara tunai
  2. Nasabah membayar uang muka sebesar 30% dari nilai rumah.
  3. Sisa utang nasabah dibayar dengan cara dicicil dalam kurun waktu tertentu, sesuai perjanjian antara pihak bank dan nasabah.
  4. Pembayaran cicilan ditambah bunga yang nilainya dapat berubah ubah sesuai kebijakan bank.

Sistem bunga seperti ini berpotensi memperberat nasabah untuk membayar cicilan setiap bulannya karena tidak adanya kepastian bunga yang harus dibayarkan. Proses ini akan terus berlanjut hingga bertahun tahun.

Hal lainnya yang memberatkan dalam sistem KPR konvensional adalah denda yang dikenakan saat terlambat mencicil. Jika nasabah tidak mampu melunasi cicilan yang tersisa, bank dapat menyita rumah secara sepihak. Hal ini tentunya merugikan pihak nasabah yang sudah membayar cicilan di bulan bulan sebelumnya.

Lain halnya dengan sistem KPR syariah. Sistem kredit yang satu ini mendahulukan kepentingan bersama sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Pada umumnya terdapat 2 jenis KPR syariah yang bisa dipilih:

1.Murabahah– atau bisa disebut juga perjanjian jual beli antara pihak bank dan nasabah. Jika nasabah memilih akad ini, bank akan membeli rumah yang diinginkan nasabah. Lalu bank akan menambahkan margin keuntungan pada nilai jual rumah tersebut. Margin keuntungan ini harus disepakati oleh kedua pihak. Selanjutnya, nasabah akan mencicil ditambah beban cicilan dengan jumlah yang tetap hingga lunas.

Sebagai contoh, jika nasabah berniat untuk membeli rumah dengan nilai Rp.250 juta dan margin keuntungan bank sebesar 5% dari nilai rumah tersebut untuk masa cicilan 15 tahun, serta uang muka 30%, maka perhitungannya adalah:

Uang muka: 30% X Rp.250 juta = Rp.75 juta
Keuntungan bank: (250-75) X (5% X15) = Rp.131.25 juta
Cicilan: (131.25 juta +175 juta) / 180 = Rp.1.7 juta/bulan

2. Musyarakah mutanaqisah– akad pembelian rumah dengan sistem kerjasama. Jika pembelian telah dilakukan, salah satu pihak, dalam hal ini nasabah, akan membeli kembali rumah tersebut dari bank secara bertahap.

Misalnya, jika nasabah bermaksud membeli rumah seharga Rp 400 juta dengan uang muka 25%, maka bank akan membantu sisanya sebesar Rp.300 juta. Bank akan mengambil keuntungannya dengan menyewakan rumah tersebut pada nasabah yang bersangkutan selama masa cicilan. Harga sewa rumah ini merupakan kesepakatan antara kedua belah pihak. Perhitungan detailnya adalah sebagai berikut:

Harga sewa yang disepakati: Rp.1.5 juta/bulan
Cicilan: (300 juta / 120) + 1.5 juta = Rp.4 juta/bulan

Tips Pengajuan KPR syariah

Jika anda tertarik untuk mendapatkan bantuan dana pembelian rumah dengan KPR syariah, anda dapat mengikuti tips berikut ini:

1. Survey rumah incaran anda

Sebelum anda melakukan hal yang lebih jauh, anda harus mengetahui rumah yang ankan anda pilih dengan seksama. Jangan sampai anda merasa kecewa bahwa nada membeli rumah bobrok setelah anda membelinya. Jadi pastikan kondisinya dengan mengunjungi lokasi rumah tersebut. Jangan lupa untuk mengajukan pertanyaan lain seperti kondisi lingkungan, keamanan, dan hal penting lainnya pada sang pemilik rumah.

2. Bandingkan bank penyedia KPR

Setiap bank penyedia KPR syariah bisa jadi memiliki kebijakan yang berbeda untuk nasabahnya. Ada pula bank yang mengaku memiliki program KPR syariah, namun kenyataannya bank tersebut menggunakan metode KPR konvensional dalam prakteknya. Karena itu, sebaiknya anda perhatikan setiap detail yang ditawarkan bank sebelum anda memutuskan untuk memilih program KPR syariah anda.

3. Lengkapi persyaratan yang dibutuhkan

Saat mendaftar untuk sebuah KPR, pastikan persyaratan yang dibutuhkan sudah anda kumpulkan. Jika anda lupa dengan satu atau lebih persyaratan yang diminta bank, kemungkinan besar pengajuan KPR syariah anda akan lebih lambat atau bahkan ditolak.

Hal lain yang perlu anda perhatikan adalah biaya yang akan anda keluarkan dalam proses peengajuannya. Biasanya pada akhir masa kredit, anda harus membayar sejumlah uang untuk proses legalitas rumah yang sudah anda lunasi. Pihak bank seringkali membebankan biaya biaya ini kepada nasabah yang bersangkutan.

4. Sadari kemampuan finansial anda

Sebelum mulai mengajukan kredit, sebaiknya anda perhatikan juga pendapatan anda setiap bulannya. Sebaiknya uang yang anda sisihkan dari gaji bulanan anda untuk membayar KPR ini sekitar 30 %. Jika anda harus membayar lebih dari kemampuan anda, finansial anda mungkin akan terganggu hingga akhir masa cicilan nanti.

Itulah 4 tips bijak cara mendapatkan KPR syariah untuk membeli rumah impian anda. Ada baiknya jika anda merencanakan semuanya dengan matang sebelum anda mengunjungi bank untuk mendapatkan KPR syariah. Jika perhitungan anda masih memperlihatkan cicilan yang memberatkan, sebaiknya anda mencoba cara menabung seperti ini.

Jika anda memiliki rencana yang matang sebelum mengajukan kredit, anda tidak merasa berat saat membayar cicilan bulanan rumah anda. Dengan 4 tips cara bijak mendapatkan KPR syariah in, semoga impian anda untuk memiliki rumah sendiri dapat terkabul.

Bagikan