Memiliki rumah atau tempat tinggal sendiri merupakan impian semua orang. Namun, kapankah waktu yang tepat untuk membeli rumah? Tentu saja, waktu yang tepat artinya bisa berbeda-beda bagi setiap orang.

waktu untuk membeli rumah

Mengingat persiapannya harus matang, perhatikan dulu kondisi dan keinginan. Sebelum sampai pada keputusan final, ada beberapa hal yang wajib jadi pertimbangan.

Kondisi pasar.

Kondisi pasar di bidang properti sangat dipengaruhi oleh banyak faktor eksternal. Dua faktor terkuat adalah kebijakan pemerintah setempat dan kondisi perekonomian negara. Tidak perlu melirik contoh bisnis properti di luar negeri. Di Indonesia, setiap kota pun memiliki tren yang berbeda.

Melakukan riset secara ekstensif merupakan cara paling bijak untuk memantapkan keputusan. Dari kondisi pasar terkini, Anda bisa melihat lokasi mana yang paling ideal untuk dijajal. Jangan lupa datangi lokasi tersebut untuk mengecek kondisi properti yang ada. Bertanya pada kenalan yang berprofesi sebagai broker atau pakar properti juga sangat membantu.

Suku bunga yang berfluktuasi.

Bukan kabar baru lagi bila KPR telah menjadi andalan untuk urusan membeli rumah. Jangan terlalu bahagia dulu bila kebetulan mendapatkan KPR dengan suku bunga rendah. Bisa saja, dalam beberapa tahun ke depan, suku bunga dapat memengaruhi pengeluaran rumah tangga.

Selain KPR, memilih bank yang menawarkan suku bunga flat juga dapat dipertimbangkan. Cermatlah dalam mempelajari kondisi perekonomian sekarang. Prediksi perekonomian boleh jadi pertimbangan, namun jangan terlalu menggantungkan harapan di sana. Solusi lain yang cukup menarik adalah dengan menabung emas untuk membeli properti, emas lebih tahan inflasi dibanding kan uang fisik pada umumnya.

Property Clock” yang harus diperhatikan.

Menurut F.Rach Suherman, kolumnis untuk Seputar Indonesia, “property clock” adalah siklus berisi empat satuan market sentiment. Keempat siklus tersebut adalah:

1. Siklus “Buyer’s Market”: Dalam siklus ini, pembeli memiliki daya tawar lebih tinggi daripada supply yang ada sehingga insentif untuk pembeli besar.

2. Siklus “Soft Market”: Dalam siklus ini, terjadi keseimbangan antara demand (permintaan pembeli) dengan supply (properti yang tersedia). Pada saat ini, para penyedia berlomba-lomba menarik pembeli sebanyak mungkin.

3. Siklus “Seller’s Market”: Siklus ini merupakan kebalikan dari siklus pertama. Akibat ledakan permintaan (yang berasal dari siklus kedua), penjual langsung menaikkan harga properti dan mulai pelit memberikan insentif pada pembeli.

4. Siklus “Weak Market”: Akibat siklus sebelumnya, siklus ini ditandai dengan menurunnya jumlah permintaan properti. Agar tidak merugi, penjual pun kembali “menyesuaikan” harga properti sesuai kemampuan pasar saat ini.

Namanya juga siklus, pasti akan berputar kembali ke awal. Adanya “penyesuaian” harga dengan kemampuan daya beli masyarakat saat ini ditandai dengan kembalinya digunakan diskon/insentif untuk pembeli.

Cari waktu yang tepat.

Tidak hanya membeli, mereka yang menjual rumah pun melalui hal yang tidak mudah. Hal ini berbeda dengan bisnis lain yang lebih mudah, misalnya: bisnis kuliner. Seperti apa pun kondisi perekonomian negara saat ini, semua orang pasti tetap butuh makan.

Kadang-kadang ada penjual rumah yang kurang sabar dalam menanti. Bila sedang berada pada siklus keempat, mereka cenderung menurunkan harga atau memberi diskon bila terdesak. Misalnya: ingin merayakan liburan hari raya atau pindah ke luar kota. Ada juga yang segera menjual rumah agar bisa pindah ke luar negeri.

Bila ini yang terjadi, Anda bisa mengecek properti yang mereka tawarkan. Bolehlah tergiur dengan harga murah, seperti insentif yang ditawarkan. Namun, apakah rumah tersebut layak huni atau sesuai yang dicari? Bila ya dan lokasinya strategis (misalnya: dekat kantor atau jauh dari macet), silakan pertimbangkan untuk membelinya.

Waktu yang tepat untuk membeli rumah terjadi saat suku bunga sedang stabil. Biasanya, pemerintah memberi kemudahan dalam membeli rumah. Misalnya: uang muka diturunkan hingga sekitar 10 persen. Hal ini juga gencar dilakukan pada saat properti mengalami iklim siklus keempat atau “weak market”.

Menghadiri pameran properti atau mempertimbangkan penawaran melalui situs online juga cara lainnya untuk menentukan waktu yang tepat. Tapi, pastikan juga dana sudah tersedia atau paling tidak, cicilan yang ditawarkan sanggup Anda penuhi.

Menentukan waktu yang tepat untuk membeli rumah memang cukup menantang. Namun, bila perkiraan Anda tidak terlalu meleset, membeli rumah impian bukan lagi sekadar harapan. Semoga pencarian Anda menemukan hasil memuaskan.

Bagikan